OJK Wujudkan Kemandirian Ekonomi via Pokja Pertanian Organik

Publish, 2016-05-16 21:54:59 WIB
Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan melakukan Kick-Off Meeting Kelompok Kerja Pemberdayaan Perbankan Syariah Dalam Pengembangan Pertanian Organik di Indonesia (Pokja Pertanian Organik) yang dilakukan di Komplek Perkantoran Bank Indonesia, Menara Radius Prawiro, Jakarta.

Berdasarkan keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (5/5/2016), dijelaskan bahwa Pokja Pertanian Organik dibentuk berdasarkan Keputusan Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan No KEP-2/PB.1/2016 tanggal 20 April 2016. Pokja Pertanian Organik beranggotakan 18 orang. Pembentukan Pokja Pertanian Organik merupakan bukti dukungan OJK terhadap program pemerintah dalam mewujudkan kemandirian ekonomi khususnya bidang ketahanan pangan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Dalam RPJMN dimaksud, pemerintah juga memberikan penekanan terhadap peningkatan akses petani terhadap sumber-sumber pembiayaan untuk sektor pertanian. Sejalan dengan program RPJMN yang ditetapkan pemerintah, Kementerian Pertanian berencana untuk mewujudkan 1.000 desa organik pada 2015-2019.

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I dalam arahannya menyampaikan bahwa dukungan perbankan yang masih terbatas pada sektor pertanian saat ini perlu didorong antara lain dengan menyediakan informasi yang komprehensif dan terkini mengenai siklus usaha dan peluang bisnis sektor pertanian khususnya organik dari hulu sampai hilir.

Data pembiayaan perbankan syariah pada sektor pertanian termasuk perburuan dan kehutanan pada posisi akhir Februari 2016 tercatat sebesar Rp7,839 miliar atau sekitar 3,71 persen dari total pembiayaan sebesar Rp211,571 milyar.

Perbankan syariah yang memiliki keanekaragaman akad memiliki potensi besar untuk masuk ke dalam sektor usaha pertanian organik. Hasil pertanian dengan kewajiban zakat lima persen atau 10 persen) lebih besar dari harta yaitu 2,5 persen mengindikasikan adanya potensi keuntungan yang besar pada sektor pertanian sehingga layak untuk dibiayai.
sumber

Komentar

Category

Popular Article

Iklan Baris

© Hak Cipta Terpelihara PISPI